Pondok
tak ubahnya seperti roda yang berputar, seperti tongkat yang diestafetkan.
Setiap kegiatan akan mendapatkan porsi dan waktunya masing-masing. Setiap orang
akan merasakan masa dari perannya. Dan pastinya, setiap pekerjaan ada batas
limitnya.
Kegiatan
seperti GSD, FSS, pergantian pengurus OPPM, dan berbagai duta itu sebagai medan
latihan. Kita dicoba untuk memainkan peran lain dalam sandiwara kehidupan. Kita
diminta menjadi apa yang orang lain pernah menjadi. Tidak, tidak ada perubahan.
Hanya sekedar pergantian. Maka, tak ada rasa kecewa, tak ada rasa menyesal
terlampau dalam, dan tak ada pula kekesalan. Meskipun dalam pergantian
berdampak pada perubahan.
Ketahuilah
nak, hidup ini tidak seperti novel, yang kalau kita baca halaman sekarang terasa
sesak, sedih, menyakitkan, dan penuh masalah, maka dengan bersabar membaca 10
atau 20 halaman berikutnya semua selesai. Semua berubah jadi membahagiakan.
Di
kehidupan nyata, kita perlu 10 hari, 20 hari, berpuluh bulan, bahkan berbilang tahun
untuk terus bersabar agar semua selesai. Berubah menjadi membahagiakan.Membuat
semua kepenatan usai. Karena dengan begitulah, kita akan menjadi dewasa oleh
kehidupan. Memiliki pemahaman baik karena proses kehidupan. Hidup lah yang
akanmembuatkita menjadi seseorang yang lebih kuat dan lebih kuat lagi.
Tak
perlulah kita menjadi pengendali air. Yangkeberadaanya bisa membuat gelombang
percikan cair menjadi mengkristal. Tak butuh pula kita kekuatan untuk
mengendalikan udara. Sehingga bisa menjadikan diri kita terbang dengan selarik
hembusan udara. Tanah pun juga tak akan berhenti berputar jika kita tak
mempunyai kekuatan untuk mengendalikannya bukan? Cukuplah kita menjadi pengendali
hati saja. Yang bisa mengambil alih kuasa angkara tanpa membuatnya terluka.
Yang bisa menjadikanmu berbunga-bunga di tengah carut-marutnya dunia.
Pengendali
hati, bukan seorang yang dengan mudahnya mencuri hati orang lain untuk membuat
orang lain silau akan dirinya. Pengendali hati, bukan yang senantiasa
mempermainkan hati temannya dengan membualnya dengan janji-janji. Pengendali
hati, akan menundukkan emosi diri ketika melambung tinggi. Pengendali hati,
selalu berusaha mengekang diri dari perbuatan yang menyakiti. Ia akan terus dan
terus menata hati. Melipat setiap sudutnya dengan hati-hati. Tingkah lakunya
merupakan cerminan hati. Dan ketika ada yang mengganggu tatanan hatinya, ia
akan tetap menatanya kembali. Tanpa melukai, tanpa menyakiti.
Maka
anakku, tak perlu kau bersedu sedan karena tak mendapat takdir yang kau
inginkan. Tak perlu bergundah gulana menghadapi hidup yang penuh tikungan.
Tataplah dunia dengan pelangi di matamu. Dan jalani peranmu sesuai yang
digariskanNya dengan penuh rasa syukur.
Penuhi hatimu dengan butir-butir keikhlasan yag berkilau. Semoga, dengan begitu
akan menjadikanmu hambaNya yang paling dicintaiNya.
No comments:
Post a Comment