A Journey to Remember

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Friday, May 16, 2014

Penguasa Masa Depan


Jika ditanya siapa idola anda ? Siapa motivator terbaik anda?

Saya akan jawab tanpa berpikir dua kali. Saya akan jawab: Profil saya di masa depan.

Membaca masa depan, terkadang perlu dilakukan untuk menata langkah dari sekarang. Membaca di sini bukan berarti meramal nasib, membaca zodiac, shio, semacamnya.

Membaca masa depan bisa dilakukan dengan melihat dari pengalaman-pengalaman orang diatas kita. Bisa juga dengan prediksi baik dan buruk semua kemungkinan.

Membaca masa depan bisa dengan berkaca pada orang tua kita. Walaupun, well, tidak semuanya akan linear dengan garis-garis yang telah beliau guratkan. Tak ada salahnya menuruti arahan beliau. Sungguh. Itu bahkan pencapaian luar biasa anak paling berbakti pada orang tua. Ridha Tuhan telah tersampaikan pada anda lewat orang tua anda. Tak ada yang lebih hebat dari itu semua.

Manusia selalu punya rencana terbaik dalam hidupnya. Sedetil yang anda pikirkan, serinci yang anda inginkan. Anda boleh mengatakan anda telah menguasai hari esok. Harapan telah tergenggam. Strategi tersusun matang. Tapi jangan anda tinggalkan Causa Prima dari setiap jengkal kehidupan. Ia selalu ada. Ia selalu menjadi faktor x yang sering anda abaikan. Kecil, yang sebenarnya teramat besar. Ia, Sang pemegang kendali atas jalan hidup anda.

Berbincanglah dengan-Nya. Mintalah pendapat-Nya. Selalu libatkan Dia di setiap tarikan nafas anda. Mengingat-Nya saja, seberapa seringkah anda sadari?

Tak ada yang melarang anda bermimpi. Bebas. Tuliskan semua awan penuh angan anda. Tak ada yang meneriaki anda ketika mengisi dreambook anda. Tapi, setelah selesai, jangan lupa serahkan pensil dan penghapusnya kepada Tuhan. Biarkan Ia yang menghapus mana yang tidak perlu dan mengganti mana yang perlu diganti dengan yang lebih baik. Ia selalu punya kejutan hebat dan menarik untuk setiap hamba-Nya. Percayalah.
Menjadi Penguasa Masa Depan

Anda tahu apa yang anda inginkan unuk masa depan. Anda sendiri yang akan menjalani peta yang mulai anda lukis dari sekarang. Bantuan orang lain selalu bersifat terbatas. Dan hei, sadarlah. Akses menuju masa depan telah dimonopoli oleh anda, Penguasa masa depan. Maka, bersiaplah untuk menata langkah dari sekarang.

Dan, jika orang lain masih saja kepo atas rencana-rencana anda, katakan kepada mereka :


Saya sudah memperkirakan sedetil mungkin. Kalaupun nanti toh masih ada bagian yang berlubang, biar Allah yang melengkapinya.

No comments:

Post a Comment